“Mabar” pada Belajar Daring
Sebanyak 832 perguruan tinggi menggunakan pembelajaran jarak jauh, karena wabah Corona atau Covid 19. Tujuan dibentuknya pembelajaran jarak jauh tidak lain untuk, mengurangi penyebaran wabah yang kian hari semakin banyak yang terdampak. Tentu tidak mudah untuk Mendikbud Nadiem Makarim, yang berputar otak untuk permasalahan pembelajaran jarak jauh.
“Sekitar
166 pemerintah daerah dan 832 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta per
19 Maret 2020 lalu telah meniadakan aktivitas di satuan pendidikan,” ungkap Nadiem
Makarim pada rapat kerja dengan komisi X DPR, yang mencari solusi mengenai
jalannya aktifitas pendidikan. Nadiem memahami akan komunikasi yang sulit
dengan pembelajaran jarak jauh, namun mau seperti apa lagi jika sudah kewajiban
harus dilaksanakan tanpa melanggar.
Profesi
guru dan dosen akibat dampak wabah Covid-19 semakin rumit. Tidak hanya
pemberian materi yang rumit, cara berkomunikasi yang harus disesuaikan pun
rumit. Untuk menyesuaikan dalam ruang kelas yang artinya berkomunikasi langsung
pun sulit, bagaimana tanpa tatap muka, yang artinya guru dan dosen harus dua
kali berfikir untuk jelas memberikan materi.
“Ternyata
sangat sulit melakukan pembelajaran di rumah,” ungkap guru yang merasa bahwa
sulitnya memberi materi, “Kalau jadwal
pagi biasanya dari 32 anak, yang respon hanya lima anak untuk belajar di grup
WA. Yang lain jika ditanya. ‘Pada kemana anak-anak?’ Jawabnya ‘ada yang mabar dan
ada yang belum bangun pak’,” ungkap Efendi yang pasrah mengetahu para muridnya
mabar.
Dapat diungkapkan,
dengan adanya libur untuk mengantisipasi penyebaran wabah. Murid tidak memiliki
motivasi untuk belajar, karena “malas” dan tidak dapat dikendalikan oleh para
guru. Guru hanya dapat mememberikan absen bolos kepada siswa, namun apalah arti
penegasan seperti hal tersebut, jika kian hari siswa tidak menghiraukan dan
ilmu pun tidak tersalurkan.
Pembelajaran jarak jauh
harusnya guru (khusus nya pengajar siswa dibawah umur), bersinergi dengan wali
murid untuk pendampingan. Diberi pembelajaran kepada wali murid, serta
komunikasi harus berjalan dengan baik oleh guru. Wali murid yang kurang
pendidikannya diberi arahan khusus dari guru, makan akan adanya kemungkinan
tidak muncul ungkapan “Sedang mabar.”
Selain dengan
menggunakan cara grup WA, guru mengajak siswa untuk nonton video pendek atau
buka situs unuk bahan belajar, sejumlah siswa mengeluh. Siswanya beralasan
paket internet yang mereka miliki hanya paket internet untung chatting saja.
Dalam artian pemerintah kurang bijak dalam memberi fasilitas internet,
merupakan kesalahan sistem yang kurang matang.
"Ada juga anak yang biasanya diem di kelas ini tiba-tiba saat belajar online aktif terus. Setelah dicek ternyata yang pegang hape ternyata orangtuanya. Ya namanya anak-anak sekolah di pinggiran lucu-lucu tingkahnya. Yang penting mereka tetep belajar dan tidak stress agar imunnya tidak menurun," ungkap effendi. Effendi bingung harus memberikan cara seperti apa, karena banyak faktor yang menghalangi.
Sementara mengenai belajar dengan menonton TVRI, di kelasnya pada pagi hari belajar online mata pelajaran. Kemudian pada siang hari, anak-anak didampingi wali kelas melihat TVRI membahas materi yang disampaikan. Tetaplah hal terberat dalam situasi pembelajaran jarak jauh adalah internet, Karena faktor kuota yang menggunakan biaya, untuk kalangan daerah merupakan hal sulit dari segala faktor.
Banyak permasalahan yang didapat dari pembelajaran jarak jauh, tidak hanya dari sisi komunikasi, namun alat untuk berkomunikasi, teknis penjaringan, dan niat. Mudah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh jika mereka siswa mampu dan tinggal di perkotaan, lain hal dengan warga daerah yang menerapkannya. Menjadi pekerjaan berlipat untuk pemerintah.
SUMBER

betul banget, semoga pandemi ini cepat berlalu huhu
BalasHapusBener, belajar daring agak kurang efektif
BalasHapusEmang gak efektif banget PJJ tuh.
BalasHapusKapan pandemi kelar ya? Pengen tatap muka kyk biasa
BalasHapusbelajar online emg kurang bgt
BalasHapusSetuju bgt
BalasHapusstujuu bgt
BalasHapusSetuju bangett
BalasHapus